top of page

7 Alasan Resign setelah Lebaran dan Tips Biar Karier Lancar

  • Writer: Theofilus Richard
    Theofilus Richard
  • 15 minutes ago
  • 4 min read

Lebaran tidak hanya menjadi momen berkumpul bersama keluarga merayakan kemenangan. Bagi karyawan kantoran, lebaran menjadi momen untuk mengundurkan diri dari kantor atau resign.


Fenomena resign setelah lebaran sudah berlangsung sejak dulu sampai sekarang. Ada beberapa alasan yang membuat lebaran menjadi momen yang tepat untuk resign.


Semua alasan itu valid. Namun, yang paling penting adalah persiapan sebelum resign. Pastikan kamu telah benar-benar mempersiapkan diri sebelum resign supaya tidak menyesal di kemudian hari.


Apa saja alasan resign setelah lebaran dan bagaimana tips mempersiapkannya dengan baik? Yuk, simak selengkapnya di artikel ini!


Alasan Resign setelah Lebaran

resign setelah lebaran

Beberapa alasan yang banyak digunakan orang-orang untuk resign setelah lebaran di antaranya adalah karena banyak lowongan kerja, sudah dapat THR, tabungan sudah cukup, tidak sejalan dengan visi dan misi perusahaan, ingin mencari suasana baru, banyak kesempatan baru yang terbuka, serta fokus pada peran baru di rumah.


1. Banyak Lowongan Kerja

Biasanya sekira satu sampai dua bulan menjelang lebaran, banyak perusahaan membuka lowongan kerja. Kenapa bisa begitu?


Bisa dibilang, ini seperti sebuah lingkaran. Menjelang lebaran, banyak karyawan yang berencana resign, dengan begitu di saat yang sama, banyak posisi yang kosong pada perusahaan tersebut. Maka dari itulah, perusahaan-perusahaan ini membuka lowongan pekerjaan.


Jadi, ini bisa jadi ajang karyawan switch career, upgrade karier, atau sekadar mengganti suasana kerja.


2. Sudah dapat THR

Ketika sudah mendapat THR, karyawan merasa ”untung” karena mendapat penghasilan lebih banyak pada bulan tersebut. Jadi, ini waktu yang tepat untuk berpindah tempat kerja.


Selain itu, bisa juga karena merasa uang yang dikumpulkan sudah cukup untuk membuat usaha sendiri. Dengan begitu, THR merupakan suntikan tambahan yang cukup besar untuk modal usahanya.


3. Tabungan Sudah Cukup

Hal ini berhubungan dengan alasan sebelumnya. Ketika tabungan sudah cukup, seseorang merasa bisa lebih leluasa tanpa harus bergantung pada gaji dari perusahaan.


Tabungan bisa digunakan untuk modal usaha atau sebagai “cadangan energi” yang dapat mendukung biaya hidupnya sambil mencari tempat kerja yang baru.


4. Tidak Sejalan dengan Visi dan Misi Perusahaan

Setelah lebaran, beberapa perusahaan biasanya akan memaparkan rencana bisnis ke depannya. Ketika seorang karyawan merasa apa yang dijalankan tidak lagi sesuai dengan visi dan misinya, maka inilah waktu yang tepat untuk resign.


5. Momentum Mencari Suasana Baru

Setelah mendapat THR, bersilaturahmi dengan keluarga, dan menikmati liburan, bagi beberapa orang, menjadi momentum yang tepat untuk melakukan perubahan dalam hidup. Salah satu perubahan tersebut adalah bekerja di tempat yang baru dengan suasana baru.


Bagi banyak orang, ketika sudah jenuh bekerja di sebuah perusahaan, produktivitas akan menurun. Seiring waktu, ini akan buruk untuk perkembangan kariernya. Maka, jalan terbaik adalah dengan bekerja di tempat baru.


6. Banyak Kesempatan Baru

Kesempatan yang dimaksud di sini tidak hanya soal pekerjaan baru. Namun, di era digital ini, ada banyak kesempatan yang bisa kamu dapat untuk mencari nafkah atau mengais rezeki.


Contohnya sebagai berikut:

  • Menjadi full time freelancer dengan banyak proyek dari luar negeri

  • Membuka toko online

  • Menjadi content creator (TikTok, Instagram, Podcast, Youtuber, dan lain-lain)

  • Menjadi affiliator


7. Peran Baru di Rumah

Peran baru di rumah yang mungkin tidak bisa ditinggalkan juga menjadi salah satu alasan paling sering untuk resign setelah lebaran. Contohnya:

  • Menikah dan harus ikut pasangan ke luar kota

  • Hamil

  • Baru menjadi ibu dan merasa kesulitan menjalani dua peran sekaligus (wanita karier dan ibu rumah tangga)

  • Harus merawat orang tua yang sakit



Tips Menghadapi Resign sebelum Lebaran

Tips menghadapi resign adalah sudah memiliki tempat kerja baru, memiliki tabungan cukup, bisnis sudah berjalan, ada sumber pemasukan lain, update profil LinkedIn, update portofolio, dan refreshing.


1. Sudah Memiliki Tempat Kerja Baru

Untuk kamu yang sudah memiliki tanggungan, hal ini wajib, ya! Jangan sampai kamu resign tanpa memiliki back up yang pasti!


Jika sudah memiliki tempat kerja baru, kamu hanya perlu berpindah tempat kerja setelah lebaran. Tidak perlu lagi pusing mencari tempat kerja baru dan “makan tabungan” setelah resign.


2. Pastikan Memiliki Tabungan

Jika yakin akan resign walau belum memiliki backup, pastikan kamu memiliki tabungan yang cukup, ya! Cukupnya seberapa banyak?


Katakanlah, untuk mendapat satu pekerjaan, seseorang membutuhkan waktu sampai enam bulan untuk menemukan tempat kerja yang cocok. Jadi, pastikan tabungan kamu cukup untuk memenuhi gaya hidupmu selama enam bulan tersebut.


Selain itu, jangan lupa untuk berhemat, ya!


3. Bisnis sudah Berjalan

Nah, untuk yang berjiwa entrepreneur, jangan baru memulai bisnis setelah resign, ya! Sebaiknya, sebelum resign, bisnis telah berjalan dan menghasilkan.


Dengan begitu, setelah resign, kamu tidak akan terlalu banyak kehilangan penghasilan.


4. Ada Sumber Pemasukan Lain

Sebelum resign, pastikan juga kamu memiliki sumber pemasukan yang lain. Sumber pemasukan itu bisa dari mana saja? Berikut contohnya:

  • Keuntungan dari bisnis atau berdagang

  • Penghasilan tambahan dari proyek freelance

  • Keuntungan sebagai affiliator

  • Usaha kamu sebagai content creator sudah menghasilkan uang


5. Update Profil LinkedIn

Jika tujuan resign adalah meningkatkan karier, jangan lupa update profil LinkedIn, ya!


Dengan menyematkan status atau lencana “Open to Work”, bisa memperbesar peluang kamu dilirik oleh perusahaan lain.


6. Update Portofolio

Update LinkedIn tidak cukup jika portofolio kamu hanya begitu-begitu saja. Bagaimana perusahaan lain mau tertarik, jika tidak ada “etalase” hasil kerja kamu selama ini?


Jadi, jangan lupa update portofolio juga, ya!


7. Refreshing

Supaya tidak stres memikirkan pekerjaan dan persiapan resign, kamu masih boleh kok untuk healing sejenak atau refreshing. Kamu bisa refreshing dengan menekuni hobi atau wisata ke destinasi yang memberikan kesejukan seperti Puncak Bogor.


Tujuannya, tentu agar otak fresh dan bisa berpikir jernih!


Liburan sebelum atau setelah Resign

Apa pun alasannya, resign adalah hak kamu, sehingga valid untuk jadi justifikasi resign kamu.


Supaya resign terasa nikmat, jangan lupa gunakan hak cuti kamu yang masih tersisa untuk liburan, ya! Jika tidak, kamu bisa cairkan cuti kamu menjadi uang tunai yang bisa digunakan untuk berlibur setelah resign. Jadi, mau liburan sebelum atau setelah resign, tidak masalah!


Hanya memang, kalau liburan merayakan resign itu paling cocok staycation sama keluarga di Puncak Bogor yang nuansanya adem dan segar. 


Pilihan tempat staycation juga harus di tempat yang bisa kasih pengalaman berbeda kaya Villa Bango.


Villa yang jauh dari hiruk pikuk Metropolitan ini, sangat dekat dengan alam dan menyajikan pemandangan yang eksotis. 


Sambil menghirup udara segar dan sejuknya Puncak Bogor, kamu bisa menikmati pemandangan estetik yang alami dari villa. Lanskap sawah khas nusantara akan terpampang jelas di depan mata ketika sedang beristirahat. Biar makin chill, kamu juga bisa menikmati berenang di kolam renang.


Soal, fasilitas, lengkap banget, deh! Mulai dari lapangan yang luas yang bisa digunakan berbagai aktivitas, aula, kamar tidur dengan kasur empuk, AC, water heater, dispenser, gazebo, hingga lapangan olahraga, semuanya ada.


Yuk, jogging sambil liburan dan gas ke Villa Bango!!


 
 
 

Comments


Kunjungi Villa Bango Sekarang Juga!

Follow Villa Bango

  • Facebook
  • Instagram

Jl. Jogjogan No.121, Cilember, Kec. Cisarua

Bogor - Jawa Barat 16750

 

WA Admin  : +62 812 8788 8239

bottom of page