Ini Waktu yang Tepat untuk Resign supaya Karier Tetap Mulus
- Theofilus Richard
- 12 minutes ago
- 4 min read
Pasti banyak di antara kalian yang masih berstatus sebagai karyawan punya keinginan untuk resign tetapi tidak tahu kapan waktu yang tepat untuk mengajukannya, iya, ‘kan?
Tenang saja, hal ini wajar, kok! Namun, jangan hanya terus menerus merenung, ya! Sebaiknya kamu segera mempertimbangkan berbagai faktor sebelum memutuskan resign.
Seseorang ragu untuk resign karena adanya ketakutan tidak akan mendapat pekerjaan yang lebih baik ke depannya atau terjebak di perusahaan yang kondisinya lebih buruk.
Lalu, kapan sih waktu yang tepat untuk resign? Yuk, simak tips selengkapnya di bawah ini!
Kapan Waktu yang Tepat untuk Resign?

Waktu yang tepat untuk resign adalah ketika mendapat lingkungan yang toxic, perusahaan sudah tidak sehat, kesehatan terganggu, waktu tidur terganggu, karier tidak bertumbuh, benefit tidak sepadan dengan pekerjaan, keuntungan bisnis sampingan setara gaji, dan ada tawaran pekerjaan yang lebih baik.
1. Lingkungan Kerja Toxic
Jika lingkungan kerja sudah semakin toxic, tentu akan lebih baik jika kamu meninggalkannya segera. Pasalnya, sebaik apa pun kamu bekerja, hasilnya tidak lagi menjadi baik karena sumber masalah yang memperkeruh keadaan di kantor.
Tanda-tanda lingkungan kerja toxic yang harus diwaspadai adalah:
Membawa masalah personal ke pekerjaan dan melibatkannya dalam penilaian karyawan
Ada skandal yang mengganggu ranah profesionalisme dan kelancaran pekerjaan
Ketimpangan dalam pemberian pekerjaan
Eksploitasi jam kerja
Eksploitasi lingkup kerja (diminta bekerja di luar keahlian kamu atau kesepakatan di awal pada batas yang tidak bisa ditoleransi)
Adanya indikasi pelecehan verbal dan fisik, baik seksual atau nonseksual
Diberikan target tidak masuk akal (contoh: departemen IT diberikan target penjualan)
2. Perusahaan Sudah Tidak Sehat
Mungkin lingkungan kerja sangat sehat dan membantu kamu berkembang, tetapi bisa saja kondisi bisnis perusahaan berlaku sebaliknya.
Ketika penjualan terus merosot atau tidak ada lagi konsumen yang membeli produk yang dijual perusahaan, maka kondisi pun akan menjadi semakin tidak stabil. Langkah pertama yang dilakukan oleh perusahaan adalah melakukan efisiensi. Pada tahap ini akan ada banyak PHK atau layoff.
Kemudian selanjutnya, bisa saja terjadi penjualan aset atau bahkan penjualan perusahaan ke pihak lain.
Jika melihat ada indikasi tersebut, sebaiknya kamu segera resign dan mencari tempat kerja yang baru.
3. Kesehatan Terganggu
Jika belakangan sudah tidak produktif dan banyak penyakit menyerang, artinya kondisi pekerjaan sekarang sudah tidak lagi sehat.
Mungkin tempat kerja kamu saat ini tidak cocok dengan kamu, entah itu dari segi jam kerja yang berlebihan, load kerja yang tidak seimbang, atau alasan lainnya yang mengganggu kesehatan kamu.
Akan lebih baik jika kamu mengutamakan kesehatan kamu dengan resign dan mencari tempat kerja yang baru.
4. Waktu Tidur Terganggu
Kesehatan mental dan fisik yang baik bisa berawal dari kualitas tidur yang baik. Jika jam tidur sudah berantakan, tinggal menunggu waktu saja sampai menyerang fisik dan mental kamu.
Mungkin bos kamu tidak secara langsung mengatakan bahwa kamu harus bekerja di saat jam istirahat, tetapi dari jenis tugas dan deadline yang diberikan akan mengatakan hal tersebut secara tidak langsung.
Pilihannya, antara menegosiasikan load pekerjaan ke atasan atau resign.
5. Karier Tidak Bertumbuh
Mungkin lingkungan kerja sehat dan rekan kerja menyenangkan, tetapi karier kamu bisa saja stuck padahal sudah bertahun-tahun bekerja di sana. Ini akan menjadi buruk karena kamu akan berada di titik yang sama dalam jangka waktu lama.
Apalagi, ketika ada kesempatan promosi, alih-alih mempromosikan kamu, bos malah merekrut orang baru dari luar atau mempromosikan rekan kerja kamu yang lain. Nah, ini sudah tanda-tanda bahwa kamu akan stuck di tempat kamu sekarang.
Cara terbaik adalah dengan berpindah tempat kerja atau switch career.
6. Benefit Tidak Sepadan dengan Beban Pekerjaan
Kamu bisa saja diandalkan oleh perusahaan dalam berbagai hal dan kamu selalu mengerjakannya dengan baik. Bahkan, untuk pekerjaan-pekerjaan yang di luar keahlian kamu, bisa diselesaikan dengan baik.
Akan tetapi, rasanya gaji tidak bertambah secara signifikan dari tahun ke tahun.
Hal ini bisa jadi pertanda bahwa benefit yang kamu dapat tidak sejalan dengan beban pekerjaan. Segeralah resign dari cari perusahaan yang bisa lebih menghargaimu!
7. Keuntungan Bisnis Sampingan Sudah Setara Gaji
Jika kamu menjalankan bisnis sambil bekerja, jalanilah hal ini dengan baik. Ketika keuntungan yang didapat sudah mengimbangi gaji kamu saat ini, kamu bisa melepas pekerjaan di kantor.
Hal ini merupakan keputusan yang baik supaya bisnis yang tadinya kamu jalani sebagai sampingan bisa lebih diseriusi dan berkembang lebih baik.
8. Ada Tawaran Pekerjaan yang Lebih Baik
Jika hasil pekerjaan kamu sudah baik dan berdampak positif pada bisnis perusahaan, rekam jejaknya akan tercium oleh perusahaan lain. Ini menjadi kesempatan mereka untuk bisa merekrut karyawan yang sudah “matang” seperti kamu.
Ketika tawarannya jauh lebih baik daripada yang kamu dapat sekarang, segera ambil, ya! Pasalnya, kesempatan yang sama mungkin tidak datang untuk kedua kalinya. Selama perusahaan tersebut sehat, kemungkinan besar karier kamu akan menjadi lebih baik.
Liburan sebelum atau setelah Resign
Apa pun alasannya, resign adalah hak kamu, sehingga valid untuk jadi justifikasi resign kamu. Kamu tidak perlu merasa bersalah, apalagi jika karier tidak berkembang dan perusahaan semakin toxic.
Supaya resign terasa nikmat, jangan lupa gunakan hak cuti kamu yang masih tersisa untuk liburan, ya! Jika tidak, kamu bisa cairkan cuti kamu menjadi uang tunai yang bisa digunakan untuk berlibur setelah resign. Jadi, mau liburan sebelum atau setelah resign, tidak masalah!
Hanya memang, kalau liburan merayakan resign itu paling cocok staycation sama keluarga di Puncak Bogor yang nuansanya adem dan segar.
Pilihan tempat staycation juga harus di tempat yang bisa kasih pengalaman berbeda kaya Villa Bango.
Villa yang jauh dari hiruk pikuk Metropolitan ini, sangat dekat dengan alam dan menyajikan pemandangan yang eksotis.
Sambil menghirup udara segar dan sejuknya Puncak Bogor, kamu bisa menikmati pemandangan estetik yang alami dari villa. Lanskap sawah khas nusantara akan terpampang jelas di depan mata ketika sedang beristirahat. Biar makin chill, kamu juga bisa menikmati berenang di kolam renang.
Soal, fasilitas, lengkap banget, deh! Mulai dari lapangan yang luas yang bisa digunakan berbagai aktivitas, aula, kamar tidur dengan kasur empuk, AC, water heater, dispenser, gazebo, hingga lapangan olahraga, semuanya ada.
Yuk, jogging sambil liburan dan gas ke Villa Bango!!




Comments